Kepala Biro SDMO MK, Sri Handayani bersama Plt Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Muhammad Saiful memberikan sambutan sekaligus membuka acara Bimbingan Teknis Master of Ceremony (Bimtek MC/pembawa acara) pada Rabu (8/10/2025) di Aula Gedung II, Jakarta. Foto: Humas/Panji

Rabu, 08 Oktober 2025 | 13:15 WIB

Dibaca: 523

MK Gandeng Sekretariat Presiden Gelar Bimtek MC

JAKARTA, HUMAS MKRI – Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Biro Simber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Master of Ceremony (Bimtek MC/pembawa acara) pada Rabu (8/10/2025) di Aula Gedung II, Jakarta. MK menggandeng Sekretariat Presiden untuk menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

“Pembawa acara adalah jenderal atau komando di lapangan pada saat kegiatan acara. Apa yang disampaikan oleh pembawa acara atau master of ceremony itu akan diikuti oleh pimpinan kita setingkat apapun, baik itu level presiden, wakil presiden, pimpinan lembaga negara, ataupun yang lainnya,” ujar Plt Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Muhammad Saiful menyampaikan sambutan.

Dia mengatakan pembawa acara merupakan ujung tombak keberhasilan dari setiap kegiatan/acara kenegaraan, resmi, maupun tidak resmi. Dia berharap pelatihan ini memicu pimpinan untuk memberikan kepercayaan kepada para pegawai agar menjadi pembaca acara yang profesional dan handal dalam kegiatan/acara yang digelar MK.

Sekretariat Presiden menunjuk Kepala Subbagian Acara Gigih Rizki Yuwantra serta Protokol dan Pembawa Acara Kepresidenan Baihaki sebagai pemateri dalam Bimtek MC di MK pada hari ini. Gigih memulai dengan mengulas pertanyaan dan jawaban-jawaban para peserta bimtek terhadap soal-soal pretest.

Soal pretest salah satunya terkait apa itu cue card bagi seorang MC dan apa saja isinya. Gigih mengatakan cue card merupakan kartu yang berisi poin-poin penting acara yang digunakan MC sebagai panduan untuk menyampaikan informasi seperti susunan acara, deskripsi acara, nama-nama tamu/pejabat/sponsor/lainnya, serta urutan kegiatan dari acara itu sendiri.

Cue card itu, poin pentingnya ya, teman-teman jangan sampai (cue card) di­-staples atau diklip, jadi biarkan posisinya lepas seperti itu, kalau misal terkunci jadi repot sendiri,” kata Gigih.

Dia melanjutkan, cue card dapat diklasterisasi menjadi beberapa bagian agar MC dapat lebih mudah mengganti cue card ketika klaster satu sudah dilewati dan beranjak ke klaster lainnya. Sehingga MC tampak lebih profesional tampil di depan.

Kemudian, Baihaki membahas peran dan tanggung jawab MC, penyusunan naskah MC, teknik pengendalian diri, etiket MC, bahkan memberikan latihan praktik MC. Dia mengatakan MC sebagai orang yang dipercaya untuk memimpin jalannya acara atau upacara harus terampil, cekatan, dan cepat tanggap, memiliki volume suara yang konstan, memahami isi pesan acara, serta menguasai bahasa yang digunakan.


Penulis: Mimi Kartika.

Editor: N. Rosi