

Senin, 01 September 2025 | 07:14
Dilihat : 1244JAKARTA, HUMAS MKRI – Mahkamah Konstitusi (MK) membuka kegiatan magang Periode 1 Angkatan 3 Bulan September 2025 secara resmi pada Senin (1/9/2025) di Aula Gedung II MK, Jakarta. Sebanyak 23 peserta magang yang terdiri dari berbagai universitas di Indonesia ini akan melaksanakan program magang mulai 1 – 30 September 2025 di tiga biro yang ada di MK.
Mereka berasal dari Fakultas Hukum pada Universitas Gadjah Mada, Universitas Narotama Surabaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Presiden, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Mahasiswa berlatar belakang jurusan hukum akan ditempatkan di Biro Hukum dan Administrasi Kepaniteraan, jurusan psikologi di Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO), serta jurusan hubungan internasional di Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol.
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Biro SDMO Yuni Nurhayati mengapresiasi para peserta yang memilih magang di MK. Menurut dia, para peserta juga beruntung bisa magang di MK, yang menjadi lembaga peradilan konstitusi satu-satunya di Indonesia.
“Dari sekian banyak permohonan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi, permohonan adik-adiklah yang kami tindak lanjuti yang memang memenuhi persyaratan yang kami tentukan dan waktu yang tepat,” ujar Yuni.
Dia berharap para peserta mengikuti setiap kegiatan magang sesuai jadwal yang telah ditetapkan MK. MK merancang kurikulum magang yang disesuaikan dengan kebutuhan para mahasiswa baik yang S1 maupun S2 juga dengan mendapatkan pendampingan dari mentor berdasarkan latar belakang pendidikannya.
Selain itu, para peserta juga diharapkan menganggap magang di MK sebagai dunia kerja yang sungguh-sungguh. Sebab, mereka juga akan berkesempatan ditugaskan pada bagian layanan konsultasi perkara konstitusi, penerimaan permohonan, persidangan, pengolahan data perkara, serta bagian-bagian lain yang dapat menjadi pengetahuan dan wawasan baru bagi para peserta magang.
“Adik-adik membawa nama baik kampus dan kami mohon juga menjaga nama baik MK dengan tidak melakukan kegiatan di luar ketentuan. Dan satu lagi saya harus sampaikan bijak dalam menggunakan sosial media,” tutur Yuni.
Sebelumnya, Kepala Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Biro SDMO Debby Yelviona dalam laporannya mengatakan kegiatan magang merupakan bentuk layanan bagi publik yang dikoordinasikan oleh Biro SDMO. Kegiatan magang diselenggarakan mulai Juli-Desember 2025. Periode pertama, Juli-September terbagi dalam tiga batch. Periode kedua, Oktober-Desember terbagi dalam tiga batch.
Sebelum ditempatkan pada bagian unit terkait, para peserta magang terlebih dahulu diberikan materi mengenai Pemahaman Mengenai Tugas dan Wewenang MK, Pengenalan Organisasi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MK oleh Penyuluh Hukum Ahli Muda Erna Hasanah dan Rita serta Pengenalan Perpustakaan dan Pusat Sejarah Konstitusi oleh Pustakawan Ahli Madya Hanindyo. Hal ini ditujukan untuk menjadi bekal para peserta sebelum memulai magang di MK. “Jangan sampai ketika ditanya orang lain, kalian tidak tahu apa itu MK,” kata Debby.(*)
Penulis: Mimi Kartika
Editor: Lulu Anjarsari P.

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Biro SDMO Yuni Nurhayati (kanan) saat prosesi pengalungan tanda membuka kegiatan magang Periode 1 Angkatan 3 Bulan September 2025 secara resmi pada Senin (1/9/2025) di Aula Gedung II MK, Jakarta. Foto Humas/Fauzan


Senin, 01 September 2025 | 14:14 WIB
Dibaca: 1244
JAKARTA, HUMAS MKRI – Mahkamah Konstitusi (MK) membuka kegiatan magang Periode 1 Angkatan 3 Bulan September 2025 secara resmi pada Senin (1/9/2025) di Aula Gedung II MK, Jakarta. Sebanyak 23 peserta magang yang terdiri dari berbagai universitas di Indonesia ini akan melaksanakan program magang mulai 1 – 30 September 2025 di tiga biro yang ada di MK.
Mereka berasal dari Fakultas Hukum pada Universitas Gadjah Mada, Universitas Narotama Surabaya, Universitas Sebelas Maret, Universitas Presiden, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Mahasiswa berlatar belakang jurusan hukum akan ditempatkan di Biro Hukum dan Administrasi Kepaniteraan, jurusan psikologi di Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO), serta jurusan hubungan internasional di Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol.
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Biro SDMO Yuni Nurhayati mengapresiasi para peserta yang memilih magang di MK. Menurut dia, para peserta juga beruntung bisa magang di MK, yang menjadi lembaga peradilan konstitusi satu-satunya di Indonesia.
“Dari sekian banyak permohonan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi, permohonan adik-adiklah yang kami tindak lanjuti yang memang memenuhi persyaratan yang kami tentukan dan waktu yang tepat,” ujar Yuni.
Dia berharap para peserta mengikuti setiap kegiatan magang sesuai jadwal yang telah ditetapkan MK. MK merancang kurikulum magang yang disesuaikan dengan kebutuhan para mahasiswa baik yang S1 maupun S2 juga dengan mendapatkan pendampingan dari mentor berdasarkan latar belakang pendidikannya.
Selain itu, para peserta juga diharapkan menganggap magang di MK sebagai dunia kerja yang sungguh-sungguh. Sebab, mereka juga akan berkesempatan ditugaskan pada bagian layanan konsultasi perkara konstitusi, penerimaan permohonan, persidangan, pengolahan data perkara, serta bagian-bagian lain yang dapat menjadi pengetahuan dan wawasan baru bagi para peserta magang.
“Adik-adik membawa nama baik kampus dan kami mohon juga menjaga nama baik MK dengan tidak melakukan kegiatan di luar ketentuan. Dan satu lagi saya harus sampaikan bijak dalam menggunakan sosial media,” tutur Yuni.
Sebelumnya, Kepala Subbagian Pengembangan Sumber Daya Manusia Biro SDMO Debby Yelviona dalam laporannya mengatakan kegiatan magang merupakan bentuk layanan bagi publik yang dikoordinasikan oleh Biro SDMO. Kegiatan magang diselenggarakan mulai Juli-Desember 2025. Periode pertama, Juli-September terbagi dalam tiga batch. Periode kedua, Oktober-Desember terbagi dalam tiga batch.
Sebelum ditempatkan pada bagian unit terkait, para peserta magang terlebih dahulu diberikan materi mengenai Pemahaman Mengenai Tugas dan Wewenang MK, Pengenalan Organisasi Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MK oleh Penyuluh Hukum Ahli Muda Erna Hasanah dan Rita serta Pengenalan Perpustakaan dan Pusat Sejarah Konstitusi oleh Pustakawan Ahli Madya Hanindyo. Hal ini ditujukan untuk menjadi bekal para peserta sebelum memulai magang di MK. “Jangan sampai ketika ditanya orang lain, kalian tidak tahu apa itu MK,” kata Debby.(*)
Penulis: Mimi Kartika
Editor: Lulu Anjarsari P.