Para hakim konstitusi dan seluruh pegawai MK saat mengikuti Salat Id berjamaah, di Halaman Gedung MK pada Jumat (06/06). Foto Humas/Ifa.

Jumat, 06 Juni 2025 | 08:59 WIB

Dibaca: 2923

Keluarga Besar MK Rayakan Iduladha 1446 H

JAKARTA, HUMAS MKRI - "Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd."

Gema takbir berkumandang di seluruh penjuru lingkungan Mahkamah Konstitusi. Para hakim konstitusi dan seluruh pegawai yang merayakan Iduladha 1446 H, mengikuti Salat Id berjamaah dipimpin Ustadz Ahmad Ridwan di Halaman Gedung 2 MK pada Jumat (6/6/2025).

Dalam khutbah berjudul “Adil Lebih Dekap pada Ketakwaan”, Ustadz Ahmad Ridwan mengajak seluruh jamaah untuk merenungi hikmah dari pengorbanan dari Nabi Ibrahim dan Ismail. Bahwa setiap kali Iduladha tiba, setiap kali itu pula manusia diingatkan dengan sosok lelaki hebat yang Allah SWT istilahkan dengan “umat” dalam Al Quran Q.S. An Nahl ayat 120, yang artinya “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)”.

“Kita mengambil ibrah agung dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Ketika diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya, Ismail 'alaihis salam, beliau tidak bernegosiasi, tidak menunda. Beliau adil terhadap perintah Allah dan taat secara mutlak, tanpa mempertentangkan antara kasih seorang ayah dan ketaatan seorang hamba. Anaknya, Nabi Ismail, pun tidak menolak,” jelas Ustadz Ahmad.

Ustadz juga mengisahkan tentang kehidupan masa sahabat-sahabat Rasulullah SAW, yang menegakkan keadilan bukan hanya dalam pengadilan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Diriwayatkan Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, sang Amirul Mukminin, pernah menjatuhkan hukuman kepada anaknya sendiri, Abdullah bin Umar, karena dianggap melanggar hukum. Ketika melihat tanda-tanda keistimewaan dalam pembagian harta rampasan perang kepada anaknya, beliau berkata, "Kalau bukan karena aku takut kepada Allah dan tanggung jawabku di hadapan-Nya, niscaya aku tidak akan membedakan antara engkau dan rakyat jelata”. Keadilan Umar tidak memandang darah daging. Hukum ditegakkan, meski kepada orang yang paling ia cintai.

Momentum Pemurnia Moral

Iduladha bukan hanya perayaan spiritual, tetapi juga momentum pemurnian moral dalam ruang sosial dan kenegaraan. Dalam konteks Indonesia sebagai negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, jelas Ustadz Ahmad, nilai keadilan adalah pondasi yang tak terpisahkan. Di sinilah peran penting para insan hukum, utamanya Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia sebagai benteng terakhir keadilan konstitusional, penjaga arah moral hukum negara.

“Maka setiap keputusan, setiap pertimbangan hukum, setiap tafsir terhadap konstitusi adalah bentuk kurban. Kurban atas nafsu kuasa, kurban atas tekanan politik, kurban atas ego dan kepentingan. Seorang hakim yang adil bukan hanya membaca undang-undang, tetapi juga menafsirkan dengan nurani, takwa, dan keberanian moral seperti Nabi Ibrahim alaihis salam,” nasihat Ustadz Ahmad.

Penyembelihan Hewan Kurban

Usai menjalankan ibadah Salat Ied berjamaah dan santap bersama, para hakim konstitusi dan seluruh pegawai MK bertolak ke Halaman Gedung 3 MK untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Adapun hewan kurban Iduladha 1446 yang dikurbankan terdiri dari 15 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Ketua MK Suhartoyo dan Wakil Ketua MK Saldi Isra serta Sekretaris Jenderal MK Heru Setiawan dalam menyerahkan secara simbolis hewan kurban kepada petugas penyembelihan. Penyembelihan dilakukan oleh petugas penyembelihan untuk dua ekor sapi yang menjadi penanda “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi” dari Mahkamah Konstitusi.

“Ya Allah, jadikan kurban kami hari ini sebagai bukti ketakwaan kami, bukan hanya darah dan daging, tapi juga keikhlasan jiwa dan raga. Ya Allah, bimbinglah para pemimpin kami, bimbinglah para penegak hukum kami, bimbinglah para hakim kami, khususnya para hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia agar setiap keputusan mereka menjadi jalan tegaknya keadilan dan kemaslahatan bagi negeri ini. Ya Allah, anugerahkan negeri ini keberkahan, keamanan, dan keteguhan di atas nilai-nilai Pancasila yang sejati, Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial,” doa Ustadz Ahmad yang dipanjatkan dengan khusyuk dan tunduk bersama seluruh jamaah Salat Id Mahkamah Konstitusi.(*)

Penulis : Sri Pujianti

Editor: Lulu Anjarsari P.