

Senin, 16 Desember 2024 | 08:53
Dilihat : 1452JAKARTA, HUMAS MKRI – Sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat, Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar Peluncuran dan Talkshow Literasi Konstitusi Mahkamah Konstitusi Tahun 2024 pada Senin (16/12/2024) di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta. Dibuka oleh Wakil Ketua MK Saldi Isra, kegiatan tersebut dilakukan secara luring dan daring.
Dalam sambutannya, Saldi menyampaikan kegiatan peluncuran ini merupakan bentuk komitmen untuk menggerakkan internal, selain menyelesaikan pekerjaan. Sejak 2019, berkomitmen bersama ini berlangsung dari tahun ke tahun, ditulis oleh para pegawai di lingkungan Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MK. Ia mengungkapkan tak membayangkan akan meluncurkan sebanyak 38 buku karena MK dihadapkan pada pekerjaan yang sangat berat sejak Maret hingga Agustus 2024, yakni menangani sengketa hasil Pemilihan Umum Tahun 2024. “Tahun ini kami memutus PUU sebanyak 158 putusan sambil memutus sengketa Pilkada yang sudah ada di hadapan mata,” ujar Saldi.
Saldi berharap dengan jumlah orang yang terbatas di lingkungan Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MK tetap dapat terus menulis. “Tahun depan mudah-mudahan yang diluncurkan ke publik lebih banyak. Setidaknya asisten ahli hakim konstitusi mengeluarkan satu buku,” harap Saldi.
Sementara itu, Plt. Kepala Perpusnas RI yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Adin Bindar menyampaikan swsuai dengan amanah UUD 1945, setiap warga negara berhak ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa—salah satunya dengan melaksanakan kegiatan ini. Adin menambahkan budaya literasi penting untuk menuju masyarakat berpengetahuan dan kreatif. Selain itu, fungsi dan tugas Perpusnas bukan hanya memiliki tugas tertutup dengan melayani pembaca dan pemustaka. Namun, lanjutnya, perpustakaan sebagai ruang terbuka untuk meningkatkan kreativitas. Transformasi perpustakaan merupakan salah satu usaha untuk mencerdaskan dan membangun budaya membaca. “Ini yang kami maknai sebagai salah satu langkah strategis untuk lahirnya kesadaran tinggi bagi masyarakat Indonesia,” ucap Adin.
Kemudian, Adin menyampaikan apresiasi sangat tinggi atas upaya yang diinisasi oleh MK melalui tulisan atau buku bagi mahasiswa dan masyarakat serta bagi Perpusnas untuk menambahkan diseminasi hukum.
Ketua MK periode 2003 – 2008 Jimly Asshiddiqie yang memberikan ceramah kunci menyatakan kegiatan ini penting agar hakim akrab dengan kegiatan menulis, membaca, dan berdebat. Orang yang mampu berdebat substantif akrab dengan budaya membaca dan menulis. “Ini harus menjadi budaya di lembaga peradilan,” ujarnya.
Talkshow Literasi
Sebagai rangkaian kegiatan, digelar pula Talkshow Literasi dengan narasumber, yakni Hakim Konstitusi periode 2015 – 2020 sekaligus Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Udayana I Dewa Gede Palguna, Guru Besar Ilmu Hukum UII Ni’matul Huda, serta Pemimpin Redaksi KOMPAS Sutta Dharmasaputra.
Pemimpin Redaksi Kompas Sutta Dharmasaputra menjelaskan disinformasi termasuk persoalan teratas di dunia. Jika berbicara tentang disinformasi, maka bisa dilawan dengan literasi. Menurutnya, MK melawan mainstream dengan meluncurkan buku karena sekarang medsos yang menyajikan hal sederhana. MK justru meluncurkan buku—yang disebutnya sebagai hal yang kompleks—di era medsos ini. “Berlama-lama dengan medsos yang sederhana, justru membuat masyarakat lupa dengan hal yang kompleks. Padahal kehidupan ini merupakan hal yang kompleks,” ucapnya.
Kemudian, dalam pemaparannya mengenai demokrasi, Guru Besar Ilmu Hukum UII Ni’matul Huda menjelaskan terkait dengan banyaknya pengujian UU menunjukkan proses legislasi yang tidak baik-baik saja. Parlemen belum memberikan warna yang mencerahkan dalam konteks demokrasi.
“Posisi MK berpengaruh dalam membangun demokrasi seperti dalam Putusan 60 dan 70. Demokrasi di Indonesia harus mulai menata lembaga parlemen. Karena dia dipilih oleh rakyat,” jelas Ni’matul.
Untuk diketahui, MK telah meluncurkan sebanyak 188 buku terhitung sejak 2019 hingga 2024. Pada 2024, MK meluncurkan sebanyak 38 buku dari 49 penulis.Berikut penulis dan judul buku yang diluncurkan;
Penulis: L.A.P
Editor: Lulu Anjarsari P.

Wakil Ketua MK Saldi Isra dengan didampingi Sekjen MK Heru Setiawan dan Plt. Kepala Perpusnas RI Adin Bindar menandatangani secara simbolis pada acara Peluncuran Buku dan Talkshow Literasi Konstitusi Mahkamah Konstitusi, Senin (16/12) di Auditorium Perpustakaan Nasional. Foto Humas/Ifa.





Senin, 16 Desember 2024 | 15:53 WIB
Dibaca: 1452
JAKARTA, HUMAS MKRI – Sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat, Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar Peluncuran dan Talkshow Literasi Konstitusi Mahkamah Konstitusi Tahun 2024 pada Senin (16/12/2024) di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta. Dibuka oleh Wakil Ketua MK Saldi Isra, kegiatan tersebut dilakukan secara luring dan daring.
Dalam sambutannya, Saldi menyampaikan kegiatan peluncuran ini merupakan bentuk komitmen untuk menggerakkan internal, selain menyelesaikan pekerjaan. Sejak 2019, berkomitmen bersama ini berlangsung dari tahun ke tahun, ditulis oleh para pegawai di lingkungan Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MK. Ia mengungkapkan tak membayangkan akan meluncurkan sebanyak 38 buku karena MK dihadapkan pada pekerjaan yang sangat berat sejak Maret hingga Agustus 2024, yakni menangani sengketa hasil Pemilihan Umum Tahun 2024. “Tahun ini kami memutus PUU sebanyak 158 putusan sambil memutus sengketa Pilkada yang sudah ada di hadapan mata,” ujar Saldi.
Saldi berharap dengan jumlah orang yang terbatas di lingkungan Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MK tetap dapat terus menulis. “Tahun depan mudah-mudahan yang diluncurkan ke publik lebih banyak. Setidaknya asisten ahli hakim konstitusi mengeluarkan satu buku,” harap Saldi.
Sementara itu, Plt. Kepala Perpusnas RI yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Adin Bindar menyampaikan swsuai dengan amanah UUD 1945, setiap warga negara berhak ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa—salah satunya dengan melaksanakan kegiatan ini. Adin menambahkan budaya literasi penting untuk menuju masyarakat berpengetahuan dan kreatif. Selain itu, fungsi dan tugas Perpusnas bukan hanya memiliki tugas tertutup dengan melayani pembaca dan pemustaka. Namun, lanjutnya, perpustakaan sebagai ruang terbuka untuk meningkatkan kreativitas. Transformasi perpustakaan merupakan salah satu usaha untuk mencerdaskan dan membangun budaya membaca. “Ini yang kami maknai sebagai salah satu langkah strategis untuk lahirnya kesadaran tinggi bagi masyarakat Indonesia,” ucap Adin.
Kemudian, Adin menyampaikan apresiasi sangat tinggi atas upaya yang diinisasi oleh MK melalui tulisan atau buku bagi mahasiswa dan masyarakat serta bagi Perpusnas untuk menambahkan diseminasi hukum.
Ketua MK periode 2003 – 2008 Jimly Asshiddiqie yang memberikan ceramah kunci menyatakan kegiatan ini penting agar hakim akrab dengan kegiatan menulis, membaca, dan berdebat. Orang yang mampu berdebat substantif akrab dengan budaya membaca dan menulis. “Ini harus menjadi budaya di lembaga peradilan,” ujarnya.
Talkshow Literasi
Sebagai rangkaian kegiatan, digelar pula Talkshow Literasi dengan narasumber, yakni Hakim Konstitusi periode 2015 – 2020 sekaligus Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Udayana I Dewa Gede Palguna, Guru Besar Ilmu Hukum UII Ni’matul Huda, serta Pemimpin Redaksi KOMPAS Sutta Dharmasaputra.
Pemimpin Redaksi Kompas Sutta Dharmasaputra menjelaskan disinformasi termasuk persoalan teratas di dunia. Jika berbicara tentang disinformasi, maka bisa dilawan dengan literasi. Menurutnya, MK melawan mainstream dengan meluncurkan buku karena sekarang medsos yang menyajikan hal sederhana. MK justru meluncurkan buku—yang disebutnya sebagai hal yang kompleks—di era medsos ini. “Berlama-lama dengan medsos yang sederhana, justru membuat masyarakat lupa dengan hal yang kompleks. Padahal kehidupan ini merupakan hal yang kompleks,” ucapnya.
Kemudian, dalam pemaparannya mengenai demokrasi, Guru Besar Ilmu Hukum UII Ni’matul Huda menjelaskan terkait dengan banyaknya pengujian UU menunjukkan proses legislasi yang tidak baik-baik saja. Parlemen belum memberikan warna yang mencerahkan dalam konteks demokrasi.
“Posisi MK berpengaruh dalam membangun demokrasi seperti dalam Putusan 60 dan 70. Demokrasi di Indonesia harus mulai menata lembaga parlemen. Karena dia dipilih oleh rakyat,” jelas Ni’matul.
Untuk diketahui, MK telah meluncurkan sebanyak 188 buku terhitung sejak 2019 hingga 2024. Pada 2024, MK meluncurkan sebanyak 38 buku dari 49 penulis.Berikut penulis dan judul buku yang diluncurkan;
Penulis: L.A.P
Editor: Lulu Anjarsari P.