Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi, Sri Handayani saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Keprotokolan Negara didampingi dengan narasumber Gigih Rizki Yuwantra Kepala Sub Bagian Acara III – Biro Protokol, Sekretariat Presiden, Kementerian Sekretariat Negara RI. Foto Humas/Fauzan

Senin, 13 Oktober 2025 | 13:37 WIB

Dibaca: 306

Tingkatkan Kompetensi, MK Gelar Bimtek Keprotokolan Negara

JAKARTA, HUMAS MKRI – Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan kewenangan kelembagaan, Mahkamah Konstitusi (MK) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keprotokolan Negara bekerja sama dengan Sekretariat Presiden, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia pada Senin (13/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pegawai MK agar pelaksanaan acara resmi di lingkungan lembaga berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan keprotokolan negara.

Peserta bimtek berasal dari berbagai unsur di MK, di antaranya pegawai Biro Humas dan Protokol (HP), ajudan, analis keamanan, juru panggil, petugas persidangan, pranata humas, serta perwakilan dari setiap unit kerja sebanyak dua orang di luar Biro HP. Agar pelaksanaan kegiatan tidak mengganggu pelayanan kepada pimpinan dan operasional kantor, bimtek dilaksanakan dalam dua angkatan, yaitu Angkatan I pada Senin, 13 Oktober 2025, dan Angkatan II pada Senin, 20 Oktober 2025, yang bertempat di Ruang Aula, Lantai Dasar, Gedung 2 Mahkamah Konstitusi.

Sebagai narasumber utama, hadir Gigih Rizki Yuwantra yang merupakan Kepala Sub Bagian Acara III – Biro Protokol, Sekretariat Presiden, Kementerian Sekretariat Negara RI, yang menyampaikan sejumlah materi substantif keprotokolan. Beberapa materi yang dibahas mencakup Konsepsi Dasar Keprotokolan (tata tempat, tata penghormatan, dan tata upacara), Ceramah Substantif Keprotokolan, Teknik Pengaturan Acara, Personal Branding Petugas Protokol, Pengaturan Kunjungan Luar Negeri, serta Simulasi Keprotokolan yang terdiri dari teori, analisis kasus, praktik, dan simulasi langsung.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi Sri Handayani, yang menekankan pentingnya peran protokol sebagai garda depan dalam menjaga citra dan marwah Mahkamah Konstitusi.

“Pesertanya itu dari protokol itu sendiri, kemudian ada dari pimpinan, para sekretaris, sampai teman-teman resepsionis yang sehari-hari bertugas sebagai garda depan untuk membawa citra Mahkamah Konstitusi, terutama dalam hal keprotokolan. Protokol ini mungkin tampak sederhana, tetapi sebenarnya sangat penting,” ujar Sri Handayani dalam sambutannya.

Ia juga menyoroti pentingnya ketelitian dalam hal-hal kecil, seperti penataan tempat duduk tamu dalam acara resmi. “Hal kecil seperti seating arrangement bisa menjadi hal besar ketika terjadi kesalahan, apalagi di MK yang merupakan lembaga peradilan. Teman-teman harus menjaga marwah MK melalui profesionalitas di bidang keprotokolan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Sri Handayani berharap para peserta dapat memanfaatkan bimtek ini sebagai sarana penyegaran dan peningkatan kemampuan.

“Walaupun pelatihan ini hanya berlangsung satu hari, saya berharap materi yang diberikan bisa me-refresh pengetahuan teman-teman, terutama yang setiap hari berinteraksi langsung dengan pimpinan. Bagaimana bersikap, berbicara, dan membawa diri — semua itu bagian penting dari layanan keprotokolan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, MK berharap seluruh peserta mampu memahami dan menerapkan prinsip serta teknik keprotokolan secara profesional, sehingga setiap kegiatan resmi lembaga dapat terlaksana dengan standar tinggi, mencerminkan wibawa MK, dan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas-tugas konstitusionalnya.(*)

Penulis: Fauzan Febriyan
Editor: Lulu Anjarsari P.