Ketua MK Suhartoyo sebagai Pembina Upacara menyampaikan amanat upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun Mahkamah Konstitusi yang ke-22, Rabu (13/08) di Halaman Gedung MK. Foto Humas/Ifa.

Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:27 WIB

Dibaca: 1084

HUT KE-22 MK, Ketua: Kepercayaan Publik Adalah Aset yang Tak Ternilai

JAKARTA, HUMAS MKRI - Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) genap berusia 22 tahun pada 13 Agustus 2025. Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya itu, MK menyelenggarakan upacara di halaman Gedung 2 MK, Jakarta pada Rabu (13/8/2025) pagi. Bertindak sebagai pembina upacara ialah Ketua MK Suhartoyo.

Upacara juga diikuti delapan hakim konstitusi lainnya bersama para pendamping, pegawai, dan karyawan di lingkungan Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MK. Mengawali amanatnya sebagai pembina upacara, Suhartoyo mengatakan ulang tahun ke-22 MK ini merupakan sebuah momentum penting tidak sekadar menjadi penanda usia lembaga, tetapi juga menjadi ajakan untuk melakukan refleksi atas perjalanan, peran, dan tanggung jawab MK dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebagai penjaga konstitusi, penjaga demokrasi, dan pelindung hak konstitusional warga negara, Mahkamah Konstitusi memegang peran sentral dalam menjaga tegaknya nilai-nilai Pancasila dan konstitusi. Namun demikian, kekuatan lembaga ini tidak hanya terletak pada kewenangannya yang besar, tetapi juga pada integritas dari para penyelenggaranya,” ujar Suhartoyo.

Dalam momentum hari ulang tahun MK ini, Suhartoyo mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa menampilkan sikap santun, profesional, melayani, dan penuh dedikasi. Menurutnya, tugas sehari-hari bukan semata rutinitas, tetapi sebagai bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sebab, lembaga peradilan yang sehat tidak hanya tercermin dari putusan-putusannya, tetapi juga dari karakter para pelaksana tugas negara yang jujur dan setia pada nilai-nilai luhur bangsa. Suhartoyo mengatakan semua pihak harus menyadari bersama sebagai bagian dari sistem yang lebih besar, sistem penegakan hukum dan konstitusi yang menopang keutuhan demokrasi bangsa.

“Sekecil apa pun peran yang kita emban, namun apabila dijalankan dengan ikhlas, cermat, dan penuh tanggung jawab, maka kita turut berkontribusi dalam menjaga arah perjalanan bangsa di masa mendatang,” kata dia.

Suhartoyo melanjutkan, usia 22 tahun ialah fase kedewasaan bagi sebuah institusi. MK telah melewati berbagai ujian sejarah, mengawal konstitusi dalam berbagai dinamika kebangsaan. Tidak mudah bagi sebuah lembaga peradilan dalam sistem ketatanegaraan untuk memperoleh kepercayaan publik. Apalagi mempertahankannya dalam arus zaman yang bergerak begitu cepat dan kompleks.

“Ujian sesungguhnya adalah konsistensi kita, apakah kita dapat terus menjaga muruah Mahkamah Konstitusi ini, atau justru terjebak dalam rutinitas semata,” tutur dia.

Selain itu, Suhartoyo menekankan kepercayaan publik adalah aset yang tak ternilai. Hal tersebut dibangun oleh konsistensi dalam menegakkan hukum dan keadilan, serta dipelihara oleh keteladanan seluruh elemen di dalam institusi ini. Karena itu, seluruh elemen perlu memperkuat komitmen bersama, memberikan kontribusi terbaik, bukan hanya terbatas memberikan pelayanan persidangan, tetapi juga sebagai penjaga konstitusionalisme Indonesia.

“Di setiap tindakan, tutur kata, dan interaksi kita, baik di ruang kerja, forum publik, maupun di ruang digital, kita selalu membawa nama besar Mahkamah Konstitusi. Untuk itu, setiap langkah, tindakan, dan perbuatan yang kita lakukan, harus menjaga kehormatan dan kepercayaan yang telah diberikan bangsa ini kepada kita semua,” seru Suhartoyo.

Dalam kegiatan yang sama, sebanyak 12 aparatur sipil negara (ASN) MK menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya. Mereka ialah I Made Gede Widyatanaya, Ganggas Wibisono, Abriansyah Maulana, Muhammad Luthfi, Tarnoto, Bangkit Panji Anarogo, Jafit Sugiato, Yunita Nurwulantari, Andita Andam Nadia, Rosalia Agustin, Riani Anggraini, dan Haifa Arif Lubis. Selain itu, MK juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pegawai teladan.

Rencananya, rangkaian peringatan HUT ke-22 MK akan berlanjut pada Jumat (15/8/2025) dengan melangsungkan tasyakuran di Aula Gedung 1 MK. Sementara bertepatan juga dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, MK juga sudah menggelar berbagai perlombaan beberapa cabang olahraga seperti tenis meja, domino batu, e-sport Mobile Legend.

Dirgahayu Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia!

Salam Konstitusi!

Penulis: Mimi Kartika
Editor: Lulu Anjarsari P.